Jenis-jenis Pewarna Alami

Mata manusia (normal) memang tidak monokrom. Karena itu, paparan makanan yang berwarna-warni dapat merangsang otak dan membangkitkan selera bersantap, plus membuat sebuah makanan terlihat lebih nikmat.

Itulah sebabnya kini bermunculan beragam pewarna yang membuat sajian makanan dan minuman lebih menarik. Bayangkan, Anda menyantap roti berwarna ungu atau mi berwarna biru.

Namun, perlu diingat, pilihlah bahan pewarna alami. Jangan sembarangan, apalagi pewarna tekstil yang berbahaya. Jika terpaksa menggunakan pewarna buatan, pilihlah yang aman dan berlabel foodgrade.

Produk makanan anak juga umumnya dibuat berwarna-warni cerah. Itulah sebabnya sejumplah negara seperti Amerika dan Australia melakukan berbagai penelitian serta memperingatkan orangtua untuk memperhatikan pola makan yang sehat bagi anaknya. Termasuk juga aspek pewarnaan, sebaiknya dipilih yang alami.

Unsur anthocyanin sebagai pigmen ungu dan biru misalnya, dapat digunakan dalam pewarnaan produk makanan seperti mi, minuman, yoghurt, dan es krim.

Pigmen anthocyanin secara alami terdapat pada buah beri, bunga, buah, dan sayuran. Para peneliti juga belakangan menyimpilkan kegunaannya dalam menurunkan kolesterol dan melawan karsinogenik penyebab kanker. Pigmen alami ini juga aman dikonsumsi dan tanpa efek samping.

Berikut beberapa buah dan sayuran yang bermanfaat sebagai pewarna alami, termasuk khasiatnya:
  • Buah Bit (pemberi warna pink, atau merah keunguan). Buah berwarna merah tua ini mengandung vitamin A (karotenoid), vitamin B1, B2, vitamin C dan asam folat. Manfaatnya antara lain: membantu mengobati penyakit hati dan empedu, penghancur sel kanker dan tumor, mencegah anemia, menurunkan kolesterol dan membantu produksi sel darah merah. Konon, meminum sedikitnya 500 mililiter jus buah bit dapat menurunkan tekanan darah secara drastis hanya dalam beberapa jam saja.
  • Wortel ( pemberi warna kuning/jingga ). Wortel bermanfaat dalam menurunkan kadar kolesterol dalam darah, serta membantu pertahanan tubuh dari risiko kanker, terutama kanker paru-paru, kanker laring (tenggorokan), esofagus (kerongkongan), prostat, kandung kemih dan servik (leher rahim). Sayuran berwarna jingga ini juga mencegah konstipasi atau kesulitan buang air, dan membantu meningkatkan ketahanan terhadap keracunan makanan.
  • Kunyit (pemberi warna kuning). Kunyit mengandung curcumin, zat berwarna kuning. Jenis tanaman obat ini berguna sebagai obat anti gatal dan antikejang, mengurangi pembengkakan, dan menyembuhkan hidung tersumbat. Umbi akar kunyit konon berguna sebagai obat sakit dada, perut, lengan, serta luka. Kunyit juga dianggap mujarab untuk nyeri haid, haid yang tidak teratur, serta melancarkan aliran darah dan melarutkan gumpalan darah.
  • Sawi (pemberi warna hijau). Sayuran hijau yang biasa ditumis atau sebagai campuran bakso ini konon kaya akan protein, lemak, karbihidrat, Ca, P, Fe, vitamin A, vitamin B,dan vitamin C. Manfaatnya untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk, penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan melancarkan pencernaan. Fungsi lainnya, menangkal hipertensi, penyakit jantung dan berbagai jenis kanker, serta menghindarkan ibu hamil dari anemia.
Label: | edit post
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x